What's Hot

Travel

Love

unyu

Health

From our Blog

Wednesday, December 3, 2014

Penemuan Kota 'Atlantis' yang Hilang di Hutan Kamboja

Warna Unyu ~ Jauh di pedalaman hutan Kamboja, terdapat sisa-sisa sebuah kota abad pertengahan yang luas. Tersembunyi selama berabad-abad, hingga akhirnya teknik arkeologi terbaru menguak rahasianya. Mirip Atlantis, ia diduga binasa karena bah.

Kisah penemuan berawal dari suatu hari pada April 1858, seorang petualang muda asal Prancis Henri Mouhot, berlayar dari London ke Inggris ke wilayah Asia Tenggara. Selama 3 tahun berikutnya, ia menjelajah, menemukan serangga hutan eksotis yang menyandang namanya.

Kini, Mouhot mungkin akan terlupakan sama sekali, jika bukan karena jurnalnya yang diterbitkan pada 1863 -- 2 tahun setelah kematiannya akibat malaria di Laos, pada usia 35 tahun.

Catatan Mouhot menyandera imajinasi publik bukan karena kumbang dan laba-laba yang ditemukan.

Para pembacara terkesima dengan deskripsinya yang jelas tentang sebuah kuil yang luas yang ditelan hutan. Mouhot memperkenalkan pada dunia, kota abad pertengahan yang hilang: Angkor di Kamboja. Juga romantisme dan kemegahan reruntuhan itu.

"Salah satu dari kuil-kuil itu adalah saingan Kuil Solomon, didirikan oleh para Michelangelo (seniman besar Renaissance) kuno, mungkin akan mendapat tempat terhormat di samping bangunan-bangunan paling indah milik kita (Eropa). Lebih megah dari apapun yang diwariskan Yunani atau Romawi," tulis dia, seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Selasa (23/9/2014).

Deskripsinya itu menjadi fantasi, menarik para petualang dan penjelajah menemukan kuil terlupakan tersebut.

Hingga kini, Kamboja terkenal karena bangunan-bangunan kuno itu. Yang terbesar, Angkor Wat, dibangun sekitar tahun 1150 -- ia masih menjadi komplek relijius terbesar di muka Bumi, mencakup area yang 4 kali lebih besar dari Vatican City. Menarik kedatangan 2 juta turis per tahun. Menjadi simbol kebanggaan dalam bendera negara.

Kembali ke tahun 1860-an, Angkor Wat hampir tak pernah terdengar namanya, kecuali di kalangan biarawan dan penduduk setempat. Gagasan bahwa candi besar ini pernah dikelilingi oleh kota berpenghuni hampir satu juta orang sama sekali tidak diketahui.

Butuh waktu lebih dari 1 abad kerja lapangan para arkeolog yang melelahkan, kota Angkor yang hilang perlahan menampakkan diri. Lajur-lajur jalanannya. Namun masih banyak ruang kosong yang belum terungkap di tengah hutan lebat.

Sumber informasi keseluruhan di kutip dari liputan6.com pada Sabtu (29/11/2014)


Tuesday, December 2, 2014

Kim Yo-Jung, Gadis Cantik Calon Pemimpin Korea Utara

Warna Unyu ~ Korea Utara memang sebuah negara yang memiliki sejuta rahasia dan sangat tertutut dari dunia luar. Begitu juga tentang keluarga sang pimpinan Korut KimJong-un. Namun, kini banyak jejaring usia yang membicarakan seorang puteri cantik calon pemimpin Korut.

 Perkenalkan, Kim Yo-Jong, adik perempuan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang belakangan menjadi buah bibir di negara itu. Cukup jarang sosok perempuan menjadi perbincangan warga. Apalagi, perempuan yang memiliki posisi dan peran penting dalam politik serta pemerintahan.

Tapi, mungkin Kim Yo-Jong akan memberikan pembuktian. Akankah ia menggantikan abangnya yang kini sakit-sakitan dan lemah?

Ia kini menjadi pejabat senior Partai Buruh Korea untuk kali pertama. Usianya masih sekitar 26 tahun. Seperti sang kakak, Yo-Jong juga adalah generasi ketiga pemimpin besar Korea utara Kim Il Sung yang dihormati rakyat.

Sosok perempuan juga pernah memiliki posisi sentral di Korea Utara, yakni bibinya. Namun, ia menghilang setelah suaminya dieksekusi karena pengkhianatan.

Para pengamat mengatakan, Kim Yo-Jong bisa juga memainkan peran kepemimpinan yang penting. Ia memang jarang tampil di hadapan publik. Tapi, baru-baru ini sosoknya mulai menampakkan diri.
Untuk diketahui, menurut media barat, Kim Jong-un, sang kakak, kini tengah sakit-sakitan. Adik perempuannya ini lah, yang dipercaya sebenarnya sebagai pemimpin di belakang layar.

Setidaknya, ini yang diungkapkan Dr Leonid Petrov, dari ANU School of History and Culture. “Dia bersemangat dan sangat ambisius. Dia selalu berpartisipasi dalam acara keluarga,” kata Petrov

Panorama Shincheng, Pulau Atlantis yang Tenggelam

Warna Unyu ~ Atlantis adalah sebuah pulau legendaris yang saat ini sudah tidak meninggalkan jejak sama sekali. Bahkan, banyak juga yang meyakini bahwa pulau Atlantis hanyalah mitos dan karangan dari Plato, filsuf Yunani yang mahsyur untuk mengilustrasikan teorinya tentang sistem politik.

Dikabarkan, Atlantis yang dimaksud Plato tersebut adalah sebuah pulau yang memiliki peradaban yang sangat unggul. Tetapi, karena sebuah gempa yang dahsyat, pulau Atlantis tenggelam ke dasar laut beserta peradaban yang ada di atasnya.

Meskipun begitu, ada satu tempat di dunia ini yang sering dikaitkan dengan Atlantis yang hilang itu. Tempat tersebut adalah kota bawah laut yang berada di perairan Tiongkok bernama Shincheng.

Bukan karena adanya teori ilmiah yang meyakinkan bahwa Shincheng adalah lokasi dimana Atlantis hilang, tetapi kaitan antara keduanya lebih kepada panorama Shincheng yang menakjubkan. Karena itu kota bawah laut ini dijuluki sebagai "Atlantis dari Timur". Penasaran? Berikut beberapa foto kota bawah laut Shincheng yang diambil dari BBC, Kamis (27/11/2014).

Berbeda dengan Atlantis, Shincheng sengaja ditenggelamkan pada tahun 1959 untuk membuat sebuah bendungan dan stasiun tenaga air. Hampir 300 ribu orang direlokasi untuk megaproyek tersebut.

Ekpedisi dan foto-foto bawah laut menunjukkan bahwa kota ini memiliki 5 pintu masuk. Jalanan kota bawah laut ini terdiri dari 265 belokan. Sedangkan dinding kota banyak dihiasi dengan batu berukiran naga, singa dan burung phoenix. Tidak heran, kota ini telah dibangun semenjak dinastim Ming dan Qing yang memerintah tahun 1368 hingga 1912.

Meskipun ada di bawah air, kota ini tetap terjaga dengan baik. Air yang menenggelamkan kota ini sebenarnya melindunginya dari angin, hujan dan radiasi matahari. Kota ini belum sepenuhnya dieksplorasi. Meskipun begitu, para wisatawan bisa menyelam di Atlantis dari Timur ini pada bulan April dan November.


Monday, December 1, 2014

Paspor Indonesia Memiliki Wajah Baru


Warna Unyu ~ Selama ini paspor dari Negara kita Republik Indonesia memiliki sampul depan dengan warna hijau dan dilengkapi dengan lambang garuda sebagai lambang negara kita.

Namun di sebuah grop Facebook yang diberi nama Bacpecker Dunia dengan anggotanya para traveler dari seluruh Indonesia dan dengan berbagai pengalaman travelingnya, mengunggah sebuah foto yang menampilkan wajah baru Paspor Republik Indonesia.

Pada laman tersebut terlihat sebuah foto paspor dengan warna coer biru, berlambng garuda, dan dengan tulisan "Republik Indonesia". Dan pada bagian paling bawah terdapat tulisan paspro yang semua ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

Foto yang diunggah juga menampilkan bagian dalam dari paspor tersebut. Dari halaman demi halaman, diperlihatakan ikon- ikon dari Indonesia yang kaya akan warna, seperti pada halaman delapan tergambar bunga Refflesia Arnoldi. Sedangkan pada halaman 10 terlihat gambar sepasang ondel- ondel.

Salah satu penghuni grop FB tersebut menerangkan bahwa foto tersebit merupakanwajah baru paspr Indonesia. Akan tetapi belum di launching, launchingnya kemungkinan pada akhir tahun ini.
 
Copyright © 2014-2017 Warnaunyu.com - Tempat Baca Anak Muda / Sitemap / Disclimer / Kebijakan Privasi / Kirim Artikel / Kontributor / Pasang Iklan
Powered by Blogger